• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg

RSUD Dr. Harjono S Ponorogo merupakan Badan Layanan Umum Daerah selalu berusaha untuk mewujudkan pelayanan yang prima. Berbagai Layanan dan fasilitas terus kami sempurnakan untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan yang sempurna.

Berita Terbaru

Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegiptyatau Aedes albopictusberkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.

Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

 

Selengkapnya...

Pelatihan Penggunaan APAR Bagi Karyawan RSUD dr Harjono Ponorogo

 

Kejadian kebakaran adalah pengalaman pahit, dan pastinya semua tidak ingin kejadian tersebut terjadi kembali, paling tidak bila terpaksa terjadi bisa diantisipasi dan ditanggulangi sedini mungkin sehingga kerugian seminimal mungkin atau tidak adanya jatuh kurban luka atau meninggal. Karena kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, untuk hal tersebut beberapa waktu yang lalu RSUD dr Harjono mengadakan pelatihan, pelatihan tersebut beruba suprise dimana tidak diumumkan atau diberitahukan lebih dahulu, dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan serta kemampuan para pemberi pelayanan (pegawai) mnengenali APAR, sehingga bila sewaktu-waktu ada kejadian sudah siap, dan APAR bukan sekedar hiasan yang menempel pada dinding-dinding ruangan.

Tentunya ada sudah mengenal APAR dan sebagian bingung apa itu APAR, berikut saya jelaskan secara sederhana.

APAR

APAR atau alat pemadam api ringan yaitu peralatan portabel yang dapat dibawa dan dioperasikan dengan tangan, berisi bahan pemadam bertekanann yang dapat disemprotkan dengan tujuan memadamkan api. Alat ini bisa ditemui di setiap ruangan yang ada di RSUD dr Harjono Ponorogo, alat ini digantungkan atau diletakkan pada dinding yang mudah dilihat dan dijangkau. Alat ini berbentuk tabung berwarna merah dengan selang di atasnya. Meski pada tabung tersebut ditempel cara penggunaanya namun ada baiknyadi review kembali agar lebih detail cara penggunaanya

1 . Pecahkan kaca pelindung APAR
Biasanya APAR disimpan menggantung pada dinding dengan kotak kaca pelindung. Dalam keadaan darurat anda diperbolehkan memecahkan kotak kaca pelidungnya. Pecahkan dengan bantuan benda keras seperti kayu atau batu , jika tidak ada pukulah dengan tangan terkuat anda. Tentunya akan sakit dan menyebabkan cedera , untuk meminimalisirnya bungkuslah tangan anda dengan benda yang dapat menhan benturan contohnya busa jika tidak ada coba dengan lap atau jaket. Setelah itu baru pukul kaca pelindung dengan tangan yang udah dibungkus, namun untuk tabung yang ukuran kecil ditaruh tanpa kaca (lemari) pelindung, jadi langsung ambil dari kaitannya.

2 . Periksa tekanan gas
Angkat APAR lalu periksa tekanan gas dengan melihat indikator tekanan pada leher APAr jika jarum masih menunjuk pada area berwarna hijau berarti tekanan APAR masih bagus. Tekanan gas berfungsi untuk memancarkan cairan pemadam pada APAR

3 . Kocok APAR
Sebelum menggunakannya kocok dahulu APAR beberapa kali, hal ini berguna untuk menaikkan tekanan dan lebih mengencerkan cairan pemadam pada APAR. Tentu anda pernah mengocok kaleng berisi soda ketika dibuka pasti akan memancarkan isinya, fenomena ini pun sama seperti yang terjadi jika APAR dikocok.

4 . Semprotkan pada api dengan berada pada jarak aman
Peganglah APAR dan katup pemancar dengan satu tangan terkuat sedangkan satu tangan yang lain memegang selang pemancar. Tekan katup pemancar maka cairan pemadam pada APAR akan keluar melalui selang. Semprotkan pada sumber api , berhati-hatilah karena cairan yang keluar bertekanan tinggi dan bersuhu sangat dingin. Untuk menghindari efek dari 2 hal tersebut semprotkan pada jarak aman yaitu kurang lebih sejauh 1 meter dari sumber api.

Dan berikut poto-poto kegiatannya;

 

Sosialisasi Cuci Tangan Lewat Lomba Tari

1415317978639325712

lewat tari memperagakan cuci tangan
 
 
Rumah sakit adalah pusat pengobatan dan perawatan suatu penyakit, berbagai penyakit serta masalah kesehatan yang harus ditangani. Berbagai penyakit menular serta penyakit lainnya berpadu mencari kesembuhan. Namun jika niat mencari kesembuhan justru menjadi sakit yang seharusnya bisa diantisipasi adalah merupakan masalah baru, dan masalah sudah jamak. Baik pagi pasien sendiri, petugas, ataupun keluarga (penunggu, pengantar) pasien. Selengkapnya...

Chikungunya

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili, berdasarkan gejala pada penderita yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, ini mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat celsius, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Selengkapnya...

Pelatihan Pokja PMKP dan Pokja SKP, dari Team Akreditasi RSUP Sardjito Yogyakarta

 

Ponorogo, 07 Sepetember 2015

Dibuka oleh direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo drg. Priyo Langgeng Tribinuko, MM di aula Sidomukti, dalam sambutannya direktur mengharap apa yang disampaikan dan diberikan oleh tutor untuk dicermati, dimengerti, di tindak lanjuti, guna pencapaian cita-cita bersama peningkatan mutu RSUD dr. Harjono Ponorogo. Ucapan terima kasih kepada para fasilitator dari RSUP Sardjito Yogyakarta atas waktunya, atas ilmu, dan luang waktunya untuk kebaikan yang dibagikan, begitu juga ucapan terima kasih pada semua karyawan yang mengkuti pelatihan. Dan menurut rencana pelatihan ini akan berlansung 3 hari, mulai hari ini (7-9 Sepetember 2015).

 

Pre test, peserta melakukan pre test sebelum pelatihan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta sehingga memudahkan pemberian materi.

Menurut dr. Pudjo Mutu  berjalan bersama dengan keselamatan, keduanya tidak bisa dipisahkan dan saling berhubungan.

Peningkatan mutu; pendekatan pendidikan berkelanjutan dan perbaikan proses-proses pemberian pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pasien dan pihak pihak yang berkepentingan lainnya (Kamus manual Standart JCI). Dalam pemaparan lebih lanjut beliau menyatakan manfaat program mutu ;

  1. Meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan
  2. Meningkatkan efisien pelayanan kesehatan
  3. Meningkatkan kepuasan pelanggan
  4. Melindungi pelaksanaan pelayanan dari gugatan hukum

Mutu kita yang tahu, kita yang melakukan, kita yang merasakan, dan kita yang melakukan dan merencanakan, mutu adalah kebutuhan.

Mutu sendiri bersifat khas;

  1. Mampu melaporkan setiap penyimpangan
  2. Flesiblean organiasi
  3. mudah
  4. Berorientasi pada masa depan
  5. Sesuai dengan keadaan organisasi
  6. Mudah dilaksanakan
  7. Mudah dimengerti

 

Siklus program mutu, mengidentifikasi masalah, menentukan penyebab masalah, menyusun penyelesaian mas, melaksanakan penyelesaian mas, menilai hasil yg dicapai, menyusun saran tindak lanjut. Sedangkan kompetensi untuk mutu rumah sakit ;

  1. perhatian kepada pasien
  2. pengetahuan kedokteran
  3. perbaikan dan belajar berbasis praktek
  4. keahlian berkomunikasi dan antar-personal
  5. profesionalisme
  6. praktek berbasis sistem

Dan berikut foto-foto kegitan tersebut di hari pertama

 

Pelatihan Effective Communication & Managing Servis RSUD dr Harjono S Ponorogo

Gambar sisip 5
 
Ponorogo, 8 Juli 2015
Bertempat di hotel Amaris Ponorogo diadakan Pelatihan Effective Communication & Managing Servis, acara dibuka oleh bapak direktur RSUD dr Harjono Ponorogo drg. Priyo Langgeng T, MM. Dalam sambutanya bapak direktur menyatakan pelatihan ini sudah mendesak, dalam artian sangat dibutuhkan untuk menunjang serta meningkatkan mutu pelayanan dalam sehari-hari di RSUD dr Harjono Ponorogo, cara komunikasi antar pelayan dengan yang dilayani, komunikasi antar sesama pelayan, komunikasi antar pelayan dengan atasan sangat perlu diperbaharui, bukannya selama ini kurang baik namun dirasa mengalami penurunan, menurut bapak direktur ibarat bateri ponsel perlu dicharge ulang atau dichas agar kuat dan semangat lagi, sekali lagi direktur menyatakan waktunya mendesak karena masyarakat perlu mendapakan pelayanan yang prima yang manusiawi tanpa terkecuali, meski suasana bulan Ramadhan diminta para pegawai yang mengikuti pelatihan untuk tetap bersemangat dan tidak mengeluh, yakinlan perjuangan ini bila dilaksanakan dengan ikhlas akan menambah nila puasa yang sedang dijalan para peserta. Dan mengharap penuh supaya mengikuti sampai acara selesai dan berharap bisa menimba ilmu dari nara sumber sebanyak-banyaknya.
 
Harapan tersebut bisa diaplikasikan terhadap pola pelayanan terutama sistem komunikasi akan lebih baik setelah dilakukan pelatihan, yang artinya ada perubahan yang positif antara sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan.
 
Dengan indikator setelah penerapan secara nyata hasil pelatihan kepuasan pelanggan (dalam hal ini masyarakat) meningkat dan efektif.
 
 
 
Pada acara inti diisi langsung oleh Ir. Yudhi S Ismayadi, MM dalam 2 sesi yang setiap sesi dilakukan tanya jawab dan praktek. Pada sesi tanya jawab bapak direktur menekankan tentang apa saja yang diperlukan dalam pelayanan keseharian, mana yang bisa segera dirubah dan apa yang bisa dicapai setelah pelatihan ini.
 
Nara sumber menerangkan, perubahan harus dimulai dari diri sendiri baru pada orang lain, perlu komitmen, kerja keras, dan kebiasaan sehingga tercipta budaya dalam kerja. Watak bisa dirubah, penciptaan lingkungan yang efektif, dan peran serta pimpinan sampai jajaran tingkat bawah semua bisa terwujud, konsumen adalah raja pelayanan terbaik adalah menjadi menu wajib.
Cara bicara, tata bahasa, gestur tubuh, mimik muka sampai cara berjalan dan berdiri perlu diperbaiki, biar tercipta rasa percaya dan keyakinan atas pelayanan yang kita berikan. Selain teori nara sumber memberi contoh sampai ada perwakilan dari peserta pelatihan untuk mempraktekan dihadapan hadirin semua.
 
Acara diakhiri dengan buka bersama dan ramah tamah di hall hotel, dan setelah sholat magrib acara ditutup.
 
Dengan semangat atas komando direktur, semua karyawan berkominment untuk berubah ke arah kebaikan, pelayanan adalah ibadah seru mereka.
 
Dan berikut poto-poto kegiatan tersebut;
 
 
 

Gambar sisip 1
 
Gambar sisip 2
 
Gambar sisip 3
 
Gambar sisip 4
 
Gambar sisip 6
 
Gambar sisip 7
 
Gambar sisip 8

 

Pentingnya Akreditasi Rumah Sakit

14105013931924134698

drg. Priyo Langgeng Tribinuko, MM membuka acara selaku direktur RSUD Harjono 

Bertempat di aula Sidomukti direktur RSU dr. Harjono Ponorogo drg. Priyo Langgeng Tribinuko MM membuka pembekalan bagi petugas-petugas yang telah ditunjuk dan disusun dalam kelompok-kelompok kerja (Pokja). Dalam sambutanya direktur menjelaskan lagi pentingnya akreditasi, dan sejarah akreditasi di RSU dr Harjono, serta harapan-harapan kepada semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan akreditasi ini. Ibarat dikejar anjing semua siap dan tidak siap harus menyiapkan diri, begitu direktur mengumpamakan.

Selengkapnya...